Jumat, 07 Juni 2013

laporan kimia analitik " IDENTIFIKASI KATION "


IDENTIFIKASI KATION

Tanggal praktikum      : Jumat,30 Juni 2013
Tujuan                         : Dapat mengidentifikasi peraksi yang ada dengan kation
Dasar teori                   : Kation adalah ion yang bermuatan positif,ada juga pengertian lain yaitu atom yang bermutan positif jika kekurangan elektron.

Golongan - golongan kation memiliki ciri khas yaitu :
1.      Golongan I, kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Ion-ion golongan ini adalah timbal, merkurium(I) (raksa), dan perak.
2.      Golongan II, kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer.  Ion-ion golongan ini adalah merkurium(II), tembaga, bismut, kadmium, arsenik(III), arsenik(V), stibium(III), stibium(V), timah(II), dan timah(III) (IV).  Keempat ion yang pertama merupakan sub-golongan IIa dan keenam yang terakhir sub-golongan IIb.  Sementara sulfida dari kation dalam golongan IIa tak dapat larut dalam ammonium polisulfida, sulfida dari kation dalam golongan IIb justru dapat larut.
3.      Golongan III, kation golongan ini tak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun dengan hidrongen sulfida dalam suasana asam mineral encer.  Namun, kation ini membentuk endapan dengan ammonium sulfida dengan suasana netral atau amoniakal.  Kation-kation golongan ini adalah kobalt(II), nikel(II), besi(II), besi(III), kromium(III), aluminium, zink, dan mangan(II).
4.      Golongan IV, kation golongan ini tak bereaksi dengan reagen golongan I, II, III.  Kation-kation ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam.  Kation-kation golongan ini adalah kalsium, strontium, dan barium.
5.      Golongan V, kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan reagen-reagen golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang terakhir, yang meliputi ion-ion magnesium, natrium, kalium, amonium, litium, dan hidrogen.

Analisis kation dapat dikategorikan dalam tiga tahapan berikut :
a)      Pemisahan kation-kation ke dalam golongan
Kation dalam tiap kelompok diendapkan sebagai senyawa dengan menggunakan pereaksi pengendap golongan tertentu. Endapan yang dihasilkian mengandung kation-kation dalam satu golongan. Pemisahan endapan biasanya cukup dilakukan dengan teknik sentifugasi yang diteruskan dengan dekantasi. Kemudian pereaksi pengendap golongan berikutnya ditambahkan pada larutan hasil dekantasi.
b)      Pemisahan kation-kation dari tiap golongan
Serangkaian reaksi dilakukan untuk dapat memisahkan satu kation dalam satu golongan ( kelompok ) dari kation lainnya. Reaksi yang dipilih harus dilkukan secara hati-hati untuk mendapatkan keuntungan tentang kemiripan dan perbedaan sifat-sifat kimia suatu golongan.
c)      Identifikasi tiap kation
Keberadaan suatu kation dikonfirmasikan atau diidentifikasi dengan menggunakan satu atau lebih reaksi kimia yang karakteristik atau spesifik untuk suatu kation. Untuk memisahkan kation-kation ke dalam golongannya digunakan diagram alir. Diagram alir tersendiri digambarkan juga pada setiap pembicaraan tentang golongan. Dalam diagram alir tiap golongan, dicantumkan tiap langkah identifikasi dan prosedur singkat. Paragraf pembahasan dimaksudkan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang aspek kimia dan langkah dasar pelaksanaan kerja laboratorium.
Alat dan bahan            :

1.      Tabung reaksi
2.      Pipet tetes
3.      Botol semprot
4.      Aquades
5.      Larutan  kation :
Ø  Mg SO4
Ø  ZnSO4
Ø  Ca Cl2
Ø  CuSO4
Ø  Ni SO4
Ø  FeSO4
Ø  Fe(SO4)3
Ø  Pb (NO3)2
Ø  Mn SO4
Ø  BaCl2
Ø  Al2(SO4)2

6.      Pereaksi          :
Ø  NaOH4 0,1 M
Ø  NaOH4 2 M
Ø  NH4OH 0,1 M
Ø  NH4OH 10% M
Ø  Na2CO3  0,1 M
Ø  Na3PO4  0,1 M
Ø  (NH4)2C2O4  0,1 M
Ø  HCl 0,1 M
Ø  HNO3 0,1M
Ø  KSCN
Ø  K2CrO4
Ø  K4Fe(CN)6
Ø  H2SO4



Cara kerja                    :
1.      3 tetes larutan kation dimasukkan kedalam tabung reaksi yang bersih.
2.      Lalu 3 tetes larutan pereaksi ditambahkan kedalam tabung reaksi yang berisi larutan kation.
3.      Kocok tabung reaksi agar  kedua larutan tercampur rata.
4.      Lihat reaksi yang terjadi antara kation dan larutan pereaksi tersebut.



Data pengamatan :

    Pereaksi

Kation
NaOH4
0,1 M
NaOH4
2 M
NH4OH 0,1 M
NH4OH
10 % M
Na2CO3
0,1 M

Na3PO4
0,1 M

(NH4)2C2O4  0,1 M

Mg2+
Putih keruh
Putih keruh
Bening
Putih keruh
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Ca2+
Petih keruh endapan putih
Putih susu endapan
Bening
Tidak bereaksi
Putih susu
Putih susu
Putih susu keruh
Ba2+
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Bening
Putih keruh
Putih susu keruh
Putih susu keruh
Putih keruh
Ni2+
Hijau muda keruh
Hijau muda
Putih kebiruan
Tidak bereaksi
Putih susu
Putih susu
Hijau jernih
Cu2+
Biru muda keruh sedikit
Biru muda lebih keruh
Putih keruh
Biru tua
Biru muda keruh
Biru muda banget keruh
Biru muda mengendap
Pb2+
Putih susu keruh
Tidak bereaksi

Putih susu keruh
Putih keruh menggumpal
Putih keruh
Putih mengendap
Mn2+
Orange tua keruh
Orange muda keruh
Coklat keruh
Orange muda keruh
Putih keruh
Putih keruh
Tidak bereaksi
Al2+
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi

Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Fe2+
Hijat lumut keruh
Hijau muda keruh
Coklat
Hijau tua mengendap
Hijau muda menggumpal
Putih susu mengendap
Kuning keruh
Fe3+
Orange tua menggumpal
Merah orange menggumpal

Orange tua menggumpal
Tidak bereaksi
Putih keruh
Kuning
Zn2+
Putih keruh  menggumpal
Tidak bereaksi

Tidak bereaksi
Coklat muda menggumpal
Putih keruh
Tidak bereaksi

pereaksi

Kation
HCl 0,1 M

HNO3 0,1M

KSCN

K2CrO4

K4Fe(CN)6

H2SO4
Mg2+
Tidak bereaksi
Biru muda
Tidak bereaksi
Kuning
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Ca2+
Tidak bereaksi
Biru jernih
Tidak bereaksi
Kuning jernih
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Ba2+
Tidak bereaksi

Tidak bereaksi


Putih susu
Ni2+
Tidak bereaksi
Biru jernih
Tidak bereaksi
Kuning jernih
Hijau muda mengendap
Hijau jernih
Cu2+

Biru jernih
Tidak bereaksi
Kuning keruh
Coklat mengendap

Pb2+

Biru toska
Tidak bereaksi
Kuning mengendap
Putih susu mengendap
Putih susu
Mn2+
Putih susu
Biru muda
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Putih susu mengendap
Tidak bereaksi
Al2+

Kuning bening
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Tidak bereaksi
Kuning bening
Fe2+
Kuning bening
Hijau muda
Tidak bereaksi
Coklat keruh mengendap
Biru tua menggumpal
Kuning bening
Fe3+

Tidak bereaksi
Merah batadine
Orange jernih
Biru dongker mengendap

Zn2+

Ungu
Tidak bereaksi
keruh
Putih keruh menggumpal




Pembahasan                : Praktikum yang di lakukan tidak semuanya, karena bahan yang tidak tersedia

Kesimpulan                 : Mg2+ dan Cu2+ bisa di bedakan dengan pereaksi tertentu





1 komentar: