Minggu, 14 April 2013

LAPORAN KIMIA FISIK " PENENTUAN TITIK LELEH "


 PENENTUAN TITIK LELEH

Tanggal percobaan      : Jumat, 22 Maret 2013
Tanggal laporan           : Jumat, 5 April 2013
Tujuan percobaan        : untuk menentukan temperatur dimana benda padat dapat meleleh.
Prinsip percobaan       : Sejumlah zat yang akan di tentukan titik leleh nya dimasukkan kedalam pipa kapiler yang sebelumnya telah ditutup salah satu ujung nya, ditempelkan pada termometer dan masukkan kedalam gelas kimia yang berisi minyak goreng lalu panaskan, kemudian amati suhu dari awal zat tersebut meleleh hingga meleleh semua.
Dasar teori                   : 1. TITIK LELEH
Titik leleh adalah temperatur dimana zat padat berubah wujudmenjadi zat cair pada tekanan satu atmosfer. Dengan kata lain,titik lelehmerupakan suhu ketika fase padat dan cair sama-sama berada dalamkesetimbangan. Perubahan tekanan tidak mempengaruhi titik leleh suatuzat mengalami perubahan yang berarti. Pengaruh ikatan hidrogenterhadap titik leleh tidak begitu besar karena pada wujud padat jarak antarmolekul cukup berdekatan dan yang paling berperan terhadap titik leleh adalah berat molekul zat dan bentuk simetris molekul. Titik lelehsenyawa organik mudah untuk diamati sebab temperatur dimana pelelehan mulai terjadi hampir sama dengan temperatur dimana zat telahhabis meleleh semuanya.Jika zat padat yang diamati tidak murni , maka akan terjadi penyimpangan dari titik leleh senyawa murninya yang berupa penurunantitik leleh dan perluasan range titik leleh. Misal suatu asam murni diamatititik lelehnya pada temperatur 122,1oC – 122,4oC dari titik lelehnya122,2oC. Penambahan 20% zat padat lain akan mengakibatkan perubahan titik lelehnya menjadi 115oC - 119oC dari 122,1oC – 122,4oC. ( Rata-rata titik lelehnya lebih rendah 5oC dan range temperaturnya berubah menjadi 4oC dari 0,3oC )Pada unsur alkali memiliki satu elektron ikatan dan bertambahlemah jika jari-jari bertambah besar, hal ini menyebabkan titik leleh berkurang dari atas kebawah dalam satu golongan. Unsur halogen terikat oleh gaya Van der Waals yang lemah, gaya ini bertambah jika jari-jari bertambah besar , oleh sebab itu titik leleh bertambah besar dari atas ke bawah dalam satu golongan. Kekuatan ikatan logam bertambah dari kirike kanan , sehingga titik leleh bertambah dari kiri ke kanan dalam satu periode. Gas mulia memliki ikatan Van der Waals yang sangat lemah ,sehingga titik lelehnya sangat kecil. Titik leleh pada gas mulia ditentukanoleh besarnya nomer atom. Semakin besar nomor atom maka titik lelehnya semakin tinggi. Sementara itu, titik leleh dari karbon sangattinggi.

2. ASAM BENZOAT (C6H5COOH )
Asam benzoat adalah adalah padatan kristal berwarna putih dan juga digunakan sebagi zat pengawet yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal. Asam benzoat disebut juga senyawa antimikroba karena tujuan penggunaan zat pengawet ini dalam kedua makanan tersebut untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri terutama untuk makanan yang telah dibuka dari kemasannya. Jumlah maksimum asam benzoat yang boleh digunakan adalah 1000 ppm atau 1 gram per kg bahan (permenkes No 722/Menkes/per/1X/1988). Pembatasan penggunaan asam benzoat ini bertujuan agar tidak terjadi keracunan. Asam benzoat mempunyai ADI 5 mg per kg berat badan (hanssen, 1989 dalam Warta Konsumen, 1997), Adapun titik leleh kristal asam benzoat dalam literatur adalah 122,4C.

3. ASAM SALISILAT (C7H6O2)
Asam salisilat merupakan turunan dari senyawa aldehid. Senyawa ini juga biasa disebut o-hidroksibensaldehid, o-formilfenol atau 2-formilfenol. Senyawa ini stabil, mudah terbakar dan tidak cocok dengan basa kuat, pereduksi kuat, asam kuat, dan pengoksidasi kuat. Tidak berwarna menjadi kuning pada larutan dengan bau kenari pahit Titik lebur       1-2 0C, Sifat-sifat lain yang dimiliki oleh asam salisilat adalah sebagai berikut: Panas jika dihirup, di telan dan apabila terjadi kontak dengan kulit, Iritasi pada mata, Iritasi pada sauran pernafasan, Iritasi pada kulit.

4. ASAM OXALAT ( H2C2O4 )
Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C204
dengan nama sistematis asam etanadioat. Asam oksalat termasuk ke dalam asam dikarboksilat yang paling sederhana dengan rumus HOOC-COOH. Asam oksalat mempunyai sifat asam yang lebih kuat dibandingkan asam asetat.
Asam oksalat digunakan untuk metal treatment, oxalate coatings, anodizing,
metal cleaning, textile dan dyieng. Penggunaan asam oksalat (H2c2o4) yang sangat luas menyebabkan banyaknya metode-metode sintesis asam oksalat (H2c2O4)Proses sintesis asam oksalat (H2C2O4) dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu di antaranya sintesis dari natrium formiat, fermentasi glukosa, peleburan alkali dan oksidasi karbohidrat dengan HNO3.
Kristal asam oksalat hanya terbentuk pada suasana dingin, sehingga proses pembuatan asam oksalat ini diatur sedemikian rupa agar kristal asam oksalat tersebut dapat terbentuk. Kristal asam oksalat yang terbentuk yaitu berwarna kuning muda.Rendemen (% hasil) yang diperoleh pada sintesis asam oksalat ini yaitu sebesar 27,62% dan titik leleh kristal asam oksalat yang diperoleh yaitu sebesar 98ÂșC.

Alat & bahan               :

·         Gelas kimia
·         Pipa kapiler
·         Termometer
              ·         Kaki tiga & kassa
              ·         Pembakar spritus
              ·         Minyak goreng

Prosedur percobaan     :
1.      Salah satu bagian ujung pipet kapiler dibakar pada nyala api hingga tertutup.
2.      Masukkan zat yang akan di tentukan titik lelehnya.
3.      Gelas kimia yang berisi minyak goreng secukupnya di letakkan diatas kaki tiga dengan kassa.
4.      Pipet kapiler yang berisi zat tersebut diikat dengan termometer, dan termometer digantung pada klem buret.
5.      Kemudian termometer dicelupkan kedalam gelas kimia yang berisi minyak goreng dengan menyesuaikan hingga zat dan ujung termometer yang terdapat air raksa nya tenggelam.
6.      Panaskan gelas kimia dengan api spirtus.
7.      Zat tersebut diamati hingga terjadinya pelelehan hingga zat meleleh semua.
8.      Lalu catat suhu yang menunjukkan terjadinya pelelehan zat hingga zat meleleh semua.
9.      Suhu yang didapat dimasukkan dalam tabel data.

Hasil percobaan           :
Nama bahan
Titik leleh 1
Titik leleh 2
Titik leleh 3
Titik leleh 4
Rata –rata
As. Benzoat (C6H5COOH )
110 – 118
114 – 112
104 – 106
109,3 – 1112
As. Salisilat (C7H6O2)
138 – 138,5
140 – 141
158 – 160
145,3 – 146,5
As. Oksalat
(H2C2O4 )
90 – 92
88 – 90
85 – 87
172 – 174
108,8 – 110,8

Pembahasan                :
Dari data di atas didapatkan hasil percobaan titik leleh berbeda dengan  titik leleh dalam literatur nya, adapun faktor-faktor yangmempengaruhi cepat atau lambatnya zat tersebut meleleh adalah :
1.Ukuaran Kristal
Ukuran Kristal sangat berpengaruh dalam menentukan titik leleh suatu zat. Apabila semakin besar ukuran partikel yangdigunakan, maka semakin sulit terjadinya pelelehan.
2. Banyaknya Sampel.
Banyaknya sampel suatu zat juga dapat mempengaruhi cepatlambatnya proses pelelehan. Hal ini dikarenakan, apabilasemakin sedikit sampel yang digunakan maka semakin cepat proses pelelehannya, begitu pula sebaliknya jika semakin banyak sampel yang digunakan maka semakin lama proses pelelehannya.
3. Pengemasan Dalam Kapiler.
Pemanasan dalam suatu pemanas harus menggunakan baraapi atau panas yang bertahan.
• Adanya senyawa lain yang dapat mempengaruhi range titik leleh.
4. Kepadatan zat dalam pipet kapiler

Kesimpulan                 :
                                    Dari praktiku diatas didapatkan data titik leleh sebagai berikut :
Nama bahan
Titik leleh 1
Titik leleh 2
Titik leleh 3
Titik leleh 4
Rata –rata
As. Benzoat (C6H5COOH )
110 – 118
114 – 112
104 – 106
109,3 – 1112
As. Salisilat (C7H6O2)
138 – 138,5
140 – 141
158 – 160
145,3 – 146,5
As. Oksalat
(H2C2O4 )
90 – 92
88 – 90
85 – 87
172 – 174
108,8 – 110,8

Daftar pustaka            :

Susita_Pratiwi. Laporan Praktikum Titik Didih dan Titik Leleh (http://www.scribd.com/doc/57423273/Laporan-Praktikum-Titik-Didih-dan-Titik-Leleh )

rikayulliyani. Pemisahan dan pemurnian zat cair (http://www.slideshare.net/rikayulliyani/pemisahan-dan-pemurnian-zat-cair  )

Achmad Lutfi. Asam Benzoat(http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/zat-aditif/asam-benzoat/ )

Damayuda. Asam Salisilat (C7H6O2) (http://damayuda.blogspot.com/2010/12/asam-salisilat-c7h6o2.html )

Tomas_Sam_8432. SINTESIS ASAM OKSALAT (http://id.scribd.com/doc/53678527/SINTESIS-ASAM-OKSALAT )



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar